Blog Ayam Bangkok

Pakan Anak Ayam Bangkok yang Paling Baik dari Pengalaman Saya!

Membuat anak ayam menjadi gemuk dan cepat besar adalah hal yang sangat mudah. Tinggal berikan makanan lebih banyak, ayam pun tumbuh dengan cepat. Bobotnya bertambah dengan pesat dan tingginya terus menanjak.

Namun, lain cerita jika anak ayam yang kita pelihara adalah anak ayam bangkok. Kita memelihara anak ayam bangkok bukan hanya sekedar menginginkan tubuhnya tumbuh dan cepat besar. Tujuan kita memelihara anak ayam bangkok yang utama adalah agar pertumbuhan tubuhnya berjalan signifikan dan proporsional sehingga menunjang kemampuan dan kodratnya sebagai ayam petarung di kemudian hari. Pemeliharaan semacam ini hanya bisa diperoleh melalui pemberian pakan secara tepat, baik itu tepat jumlah, maupun tepat jenisnya.

Pakan Anak Ayam Bangkok
  1. Pakan Ternak Ayam Bangkok berdasarkan Tipe Tarung
  2. Kandungan Pakan Ayam Bangkok Terbaik
  3. Ciri Ayam Bangkok Betina yang Baik untuk Indukan
Di artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana cara pengaturan pakan anak ayam bangkok yang menunjang pertumbuhannya sebagai ayam petarung. Jadi bukan hanya sekedar asal tumbuh, melainkan juga memperhatikan bagaimana pertumbuhannya sesuai dengan harapan kita sebagai pemelihara ayam aduan.

Pakan Anak Ayam Bangkok

Anak ayam bangkok yang dipisahkan dari induknya setelah ia menetas sebetulnya tidak perlu diberi makan selama 2 hari. Ia masih memiliki cadangan makanan yang menempel ditubuhnya. Biarkan anak ayam tersebut menggunakan cadangan makanan itu agar badannya bersih dan bebas dari penyakit.

Setelah 2 hari, anak ayam kemudian dapat diberi pakan berupa pur murni. Pur yang banyak direkomendasikan sebagai pakan anak ayam bangkok adalah pur dengan kandungan protein tinggi. Merk pur yang dapat dipilih misalnya pur produksi Cargill dan Pokphan. Keduanya memiliki kandungan protein antara 22-23 persen sehingga sangat cocok untuk anak ayam yang baru 2 hari menetas.

Pemberian pakan anak ayam bangkok pada usia 2 hari sampai 1 bulan diusahakan dalam keadaan kering. Pakan kering dapat membantu anak ayam bangkok bebas dari masalah kesehatan, terutama pilek. Seperti diketahui bahwa pada usia-usia tersebut, anak ayam sangat rawan mati karena daya tahan tubuhnya masih lemah. Selain itu, usahakan pula pakan pur yang diberikan adalah yang berukuran kecil sehingga memudahkan anak ayam bangkok saat menelannya.

Yang perlu diingat selanjutnya adalah jangan sekali-kali mencampurkan nasi atau dedak pada pakan anak ayam bangkok usia tersebut. Campuran nasi dan dedak pada pur murni memang dapat membuat anak ayam cepat kenyang, tapi ternyata juga dapat memberikan efek buruk bagi ayam, yakni ayam jadi lambat pertumbuhannya.

Untuk pertumbuhan tulang yang baik, pakan pur murni sebaiknya justru dicampur dengan susu bubuk bayi. Perbandingan yang digunakan dalam pencampuran adalah 1:5, artinya 1 bagian susu bubuk dicampurkan 5 bagian pur murni. Susu bubuk sarat akan kalsium dan vitamin D, sehingga keduanya sangat menunjang proses pertumbuhan tulang ayam yang kuat dan besar.

Pakan anak ayam bangkok berupa pur murni sebaiknya dipertahankan hingga usia 3 bulan. Lewat usia tersebut, Anda baru boleh mencampur pakannya dengan varian jenis pakan lunak lainnya.

Pemberian vitamin sebagai pelengkap nutrisi pakan anak ayam bangkok terkadang juga dibutuhkan. Vitamin yang utama adalah vitamin C supaya tubuhnya kebal dari serangan penyakit, dan vitamin D sebagai penopang pertumbuhan tulang.

Nah, demikianlah sekilas gambaran mengenai cara pengaturan pakan anak ayam bangkok yang biasanya saya lakukan. Cara pengaturan ini sejak dari tahun 2013 hingga sekarang masih saya terapkan di usaha peternakan ayam bangkok saya. Hasilnya cukup memuaskan. Anda bisa mencobanya sebagai usaha dalam mencetak ayam-ayam jawara tarung di kemudian hari. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Pakan Anak Ayam Bangkok yang Paling Baik dari Pengalaman Saya!"