Blog Ayam Bangkok

7 Teknik Tarung Ayam Bangkok Juara

Ayam bangkok yang ingin jadi ayam juara tidak cukup bermodalkan stamina dan fisik yang kuat saja. Ia juga harus punya teknik tarung yang baik saat menghadapi lawannya. Dengan teknik tarung yang baik, ditunjang fisik dan stamina prima, ayam tersebut pasti akan memenangi setiap tarung dan menjadi ayam bangkok istimewa di kelasnya.

Teknik Tarung Ayam Bangkok

Nah, teknik tarung ayam bangkok sendiri secara umum dibedakan menjadi 2, yaitu teknik bertahan (deffense) dan teknik menyerang (offense). Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang kedua teknik dan gaya tarung ayam tersebut, mulai dari jenis serta keunggulannya.

  1. Tarung Ayam Bangkok Birma
  2. Pakan Ayam Bangkok berdasarkan Tipe Tarung
  3. Cara Merawat Ayam Bangkok sebelum Diadu

Teknik Bertahan

Teknik bertahan dari serangan dan pukulan lawan (deffense) sangat penting bagi ayam untuk meminimalkan efek yang ditimbulkan dari setiap manuver lawan yang menyasar tubuhnya. Ayam bangkok trah juara biasanya sudah memiliki sifat bawaan kemampuan bertahan yang baik yang diturunkan dari induknya. Akan tetapi teknik bertahan juga dapat dilatih pada ayam melalui pembiasaan dan abaran dalam tempo singkat.

Teknik bertahan dalam tarung ayam bangkok dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya teknik ngalung, teknik ngunci, teknik kontrol, dan teknik ngeles.

1. Teknik Ngalung

Teknik ngalung adalah teknik bertahan yang paling umum digunakan kebanyakan ayam bangkok untuk menghindari serangan. Ayam dengan teknik ini akan mengalungkan lehernya ke leher lawan  sehingga kepalanya bebas dari patukan atau pukulan. Ayam yang bermain dengan tipe bertahan seperti ini umumnya akan banyak bergerak dan menghabiskan tenaganya secara sia-sia. Ia harus memutari tubuh lawannya untuk mempertahankan posisinya agar terbebas dari serangan.

Di sisi lain, ayam dengan teknik ngalung umumnya juga akan memiliki pukulan yang keras, akan tetapi serangan dan pukulannya ini biasanya tidak mengarah pada bagian vital dari tubuh lawan. Pukulan yang dilancarkan olehnya paling-paling hanya menyasar daerah di belakang leher, seperti dada, sayap, dan punggung.

2. Teknik Ngunci

Ayam bangkok dengan teknik kuncian yang baik akan sulit dipukul lawan. Teknik ngunci dilakukan umumnya oleh ayam yang sering main bawah. Kepala dan lehernya akan masuk ke sela-sela kaki atau sayap. Jika masuk ke sayap, peluang ayam tipe ngunci untuk mematuk akan lebih besar, terutama bila ia punya otot leher yang rapat dan panjang.

3. Teknik Kontrol

Teknik kontrol dimiliki ayam yang sering main atas. Kepalanya tegak berdiri, lebih tinggi dari ayam lawan. Teknik ayam kontrol dalam bertahan adalah dengan mengontrol setiap gerakan kepala ayam lawan. Ia akan terus mengikuti gerakan lawan yang biasanya mengitari tubuhnya. Keunggulan ayam dengan tipe bertahan seperti ini adalah staminanya yang awet hingga babak pertandingan usia.

4. Teknik Ngeles

Nah, jurus ngeles ternyata bukan cuma dimiliki para potikus kita. Jurus ini ternyata juga sering digunakan oleh beberapa ayam aduan sebagai teknik bertahan. Ayam yang pandai ngeles dari pukulan lawan adalah ayam berkualitas. Meski secara gerakan ia dikontrol oleh ayam lawan, namun karena kemampuannya dalam menghindari pukulan terbilang baik, ayam ini biasanya akan bersih dan minim luka setelah bertarung.

Teknik Menyerang

Setelah membahas tentang teknik bertahan, selanjutnya kita akan membahas tentang teknik menyerang yang biasanya diluncurkan ayam bangkok untuk memukul lawannya. Teknik menyerang pada ayam aduan bisa dikategorikan menjadi 3, yaitu teknik jorok, teknik dorong, dan teknik shamo.

5. Teknik Jorok

Teknik jorok adalah teknik menyerang yang dilakukan dengan terus memukul tubuh ayam lawan di bagian manapun yang sekiranya bisa dipukul. Ayam-ayam dengan teknik menyerang seperti ini umumnya akan memiliki pukulan yang sangat kuat di awal babak, namun kekuatan pukulan itu akan melemah dengan sendirinya seiring berjalan waktu. Ayam tipe jorok akan sulit memenangkan lawan yang punya teknik bertahan baik. Setelah kelelahan memukul, tubuhnya akan lemas sehingga mudah diserang balik oleh lawannya.

6. Teknik Dorong

Teknik dorong merupakan teknik tarung ayam bangkok yang cukup baik dilakukan untuk mendapatkan posisi tepat sebelum memukul. Teknik dorong membuat ayam lawan terus terdorong mundur sehingga gerakannya lambat dan lengah. Ayam dengan teknik dorong akan dengan mudah memenangkan laga, terutama jika ia punya pukulan yang kuat dan akurat. Akan tetapi, sulit menemukan ayam dengan teknik menyerang seperti ini sekarang.

7. Teknik Shamo

Teknik shamo merupakan teknik tarung khas yang dimiliki ayam shamo dari Jepang. Teknik shamo merupakan gabungan dari teknik dorong dan teknik pukul akurat. Ayam dengan teknik ini akan memepet lawannya hingga posisinya terjepit. Setelah ada kesempatan bagus, ayam akan terbang dan mengarahkan jalu dan cakarnya ke bagian kepala ayam. Dengan sekali pukul saja, ayam dengan teknik shamo kadang kali bisa membuat lawannya gagar otak dan terkapar.

Nah, itulah beberapa teknik bertarung yang umumnya dimiliki ayam bangkok aduan. Akhir kata, saya ucapkan terimakasih telah membaca artikel sederhana ini. Oh ya, ayam bangkok Anda punya teknik tarung seperti apa ya?

0 Response to "7 Teknik Tarung Ayam Bangkok Juara"