Blog Ayam Bangkok

3 Penyebab Ayam Aduan Ngorok dan Cara Mencegahnya

Timbulnya suara ngorok pada ayam aduan kesayangan, pasti akan membuat kita merasa terganggu. Betapapun, kita tentu menginginkan ayam kita sehat dan kuat dalam menjalani hari-harinya, karena bagaimana ia bisa menang dalam pertarungan jika untuk bernafas saja ia mengalami kesulitan. Seperti kita tahu, ayam yang ngorok biasanya memiliki nafas yang pendek dan akan mudah lelah ketika di tren.

Penyebab Ngorok pada Ayam Aduan

Ngorok adalah salah satu masalah yang paling sering dialami ayam-ayam aduan. Meski dapat diobati, masalah ngorok pada ayam kesayangan pastilah akan membuat kita was-was ketika akan menurunkannya di medan laga, apalagi bila dalam pertarungan tersebut kita memasang taruhan.

Penyebab Ayam Aduan Ngorok
  1. Merawat Anak Ayam Bangkok supaya Cepat Besar
  2. Perawatan Ayam Bangkok setelah Bertanding
  3. 7 Ciri Ayam Bangkok Pukulan Mematikan
Ngorok pada ayam sebetulnya disebabkan oleh adanya lendir dalam tenggorokan dan sistem pernafasan ayam. Lendir ini selain membuatnya menjadi sulit bernafas juga dapat menyebabkan ia sering mengalami bersin-bersin. Lendir pada alat pernafasan ayam tersebut bisa ada karena 3 faktor penyebab, yaitu inveksi bakteri, kandang yang kurang baik, dan karena perawatan yang kurang diperhatikan.

Lendir tersebut sejatinya disebabkan oleh inveksi bakteri pada kerongkongan dan sistem pernafasan ayam. Bakteri ini masuk ke dalam kerongkongan melalui hidung dan mulut. Dokter hewan biasanya menyebut penyakit ngorok ini dengan istilah (chronic respiratory diseae). Ini adalah penyakit yang disebabkan karena bakteri yang merusak system pernapasan ayam aduan kesayangan kita. Bakteri ini masuk melalui alat pernapasan ayam aduan, bisa hidung ataupun mulut, jadi ngorok yang disebabkan oleh CRD ini bersifat menular. Untuk pencegahan, sebaiknya pisahkan ayam aduan ngorok. Karena virus mudah menular melalui udara, tempat makan dan tempat minum.

1. Terserang Bakteri

Pertama virus ini akan masuk melalui mulut ataupun hidung yang kemudian menempel pada tenggorokan dan berakhir pada kantung udara ayam aduan. Di kantung udara inilah bakteri berkembang biak dan menyebabkan terjadinya infeksi yang berdampak pada melemahnya sistem pernapasan ayam aduan ngorok dan memudahkan virus-virus dan bakteri lain menyerang ayam aduan kita. Jadi cara kerja bakteri ini adalah melemahkan tubuh ayam aduan ngorok, lalu hal tersebut memudahkan bakteri atau virus lain masuk ke dalam tubuh ayam kita. Maka gejala yang ditunjukkan “ngorok” yang disebabkan oleh CRD diantaranya ayam aduan ngorok terlihat lesu, sering bersin-bersin ketika makan sedikit saja, keluar lendir dari hidung (ketika sudah tingkat lanjut), mata ayam berair, dan muka ayam berwarna merah kehitaman/pucat. Penyakit ini sering muncul pada saat perubahan musim.

2. Kondisi Kandang yang Kurang Baik

Ngorok bukan karena virus bisa disebabkan karena suhu pada kandang yang terlalu tinggi, terlalu banyak ayam pada satu kandang, kandang yang terlalu lembab dan hal-hal lain yang mengakibatkan ayam aduan kesayangan kita sulit untuk bernapas atau terlalu banyak bernapas menggunakan mulut (mulut terbuka dan terlihat terengah-engah).

3. Perawatan yang Kurang Diperhatikan

Ayam yang diadu lama dan tidak “dikorok” setelahnya juga merupakan penyebab ayam aduan ngorok. Hal ini bisa memicu kerusakan pada sistem pernapasan ayam aduan ngorok yang mengakibatkan banyaknya lendir yang keluar dan mengganggu pernapasan ayam aduan kita.

Maka gejala yang ditunjukkan “ngorok” karena hal ini adalah ayam tetap terlihat fit dan sehat, tetapi sering bersin saat makan ataupun minum. Ayam aduan ngorok nampak kelelahan yang ditandai dengan terbukanya mulut ayam dan disertai suara ngorok yang menyebabkan ayam aduan ngorok seperti kehilangan suara. Dalam hal ini ayam tetap berkokok tapi kokok ayam menjadi kecil. Dalam hal ini, sebenarnya “ngorok” tidak menular pada ayam aduan lain.

0 Response to "3 Penyebab Ayam Aduan Ngorok dan Cara Mencegahnya"